Sudahkah kita menuruti perintahNya??
Sudahkah kita menjauhi laranganNya??
Pertanyaan yang sederhana yang sering kita dengar ketika mengikuti pelajaran agama.
Akhir - akhir ini saya banyak merenung...
SAya teringat kejadian beberapa bulan lalu, ketika saya dihadapkan pada suatu kesulitan dimana apa yang saya lakukan semuanya gagal.. Saat itu saya jauh dari agama, benar - benar jauh.. Saya sempat membenci semua orang, teman - teman saya, orang tua saya, adik saya, dan mungkin Tuhan saya.
Saat itu saya ingin merasakan bagaimana disemangati oleh orang tua saya, dan saya pun menelpon ayah saya.
Apa yang terjadi?? Karena kurang efektifnya komunikasi kami, perbedaan gaya bahasa dan lain - lain, membuat apa yang seharusnya berakhir manis, malah menjadi berantakan.
"Lebih baik saya mati daripada hidup seperti ini.." saya berujar di telepon.
SAya menyesal dengan kata - kata tersebut. Karena jika dipikirkan, hal itu mencerminkan bagaimana kurangnya iman saya. Saya tidak mempercayai uluran tangan Tuhan, tidak percaya bagaimana Tuhan mengatur jalan saya. Saya SUNGGUH MENYESAL.
Saat ini saya mulai berusaha untuk mengerti arti hidup ini, apa yang terjadi jika saat itu saya benar - benar melakukan bunuh diri. Saya begitu egois dan tidak memikirkan bagaimana perasaan orang - orang yang menyayangi saya..Orang tua saya, Sahabat - sahabat saya, dan banyak lagi yang mungkin menaruh perhatian pada saya..
Saya sadar, Tuhan itu Maha Adil. Dia begitu murah hati, dan akan mengulurkan tanganNya bila kita meminta, tetapi satu hal yang kita perlu ingat, meminta pada TUhan itu harus sabar. Karena umatNya begitu banyak. Dan kita harus membujuk Tuhan untuk mengabulkan doa kita.
Bagaimana cara membujuk Tuhan?
BERIBADAH. Dan kembali pada pertanyaan di atas. Sudah kan kita melakukan perintahNya? Sudahkah kita menjauhi laranganNya?
MEmang saya hanya manusia biasa, tidak luput dari dosa, dan saya masih merasa belum pantas untuk mengajak teman - teman untuk beribadah. Karena saya sendiri masih jauh dari surga. tapi saya ingin berusaha untuk lebih baik lagi. Menebus apa yang saya lakukan, dan katakan.
Dan masih ada lagi satu ganjalan di hati saya, Jilbab.